Bisnis Dengan Teman

 On Monday, February 24, 2014  

Tips Konsultasi Bisnis

Dear Mas Doddy,

Saya bertiga dengan teman membuat suatu perusahaan, dengan composition share profit yang hampir sama, dan di dalam perusahaan ini saya adalah Direktur Utama atau yang mengatur segala macam yang ada di dalam perusahaan ini, termasuk kebanyakan income perusahaan dari project yang saya dapat, karena experience yang saya punya di dalam Production. Perusahaan baru berjalan 1,5 tahun, Client kita cukup banyak dalam waktu yg sangat singkat, pertanyaan saya, bagaimana dari sudut pandang internal dunia perbisnisan jika keadaan seperti ini? apakah ini yang banyak membuat perusahaan bubar jalan? adakah cara yang cukup fair secara logic dan perhitungan angka achievement untuk perusahaan ini terus maju. Thanks banget mas, mudah-mudahan di bales.. heheheh

 Hardian   / Jakarta



Jawab:

Sory Mas Hardian, saya baru buka email nya.
Mengenai situasi perusahaan seperti yang digambarkan oleh Mas Hardi, ada beberapa hal yang harus diperjelas dulu. Mungkin kita bisa mulai dari nawaitu nya alias latar belakang terjadinya kesepakatan pendirian perusahaan. Apa tujuannya? Bagaimana aturan mainnya? Apa saja kesepakatan diantara pemilik saham? Bagaimana pembagian saham tersebut bisa dibagi rata seperti yang anda ceritakan?

Lalu, diantara bertiga, apa kedudukan dan peranan dalam perusahaan? Siapa yang berperan sebagai eksekutif (direktur), siapa yang berperan sebagai monitoring (komisaris) dan siapa yang berperan sebagai pelaksana (managing). Beda lho antara directing – monitoring dan managing. Idealnya, walaupun pada starting pendirian perusahaan, antara shareholder, direktur dan manajer itu same all together, pada tahap berikutnya harus diperjelas positioning ke 3 peran tersebut: The shareholders own the company and they appoint the directors who in turn appoint the managers

Jika itu sudah clear, jelas dan dipahami, baru kemudian bicara kesepakatan. Siapa yang tanggung jawabnya paling besar dan vital dalam pelaksanaan mencapai tujuan perusahaan, maka biasanya..jika komposisi andil sahamnya rata, share profitnya si direktur menjadi lebih besar. Tapi kalau berangkat dari semangat kebersamaan, kemudian peran dan tanggung jawabnya sama besar, ya tidak jadi masalah..jika ada untung bagi rata juga heuheu.

Soal kekuatiran apakah perusahaan bisa terus berjalan atau bubar jalan, tergantung dari Visi – Misi dan tujuan bertiga. Apakah cukup kuat untuk maju bersama “selamanya” atau malah ketika perusahaan ada kemajuan justru masing – masing berpikir : menjadi lebih baik jika berpisah dan maju (mementingkan kemajuan / keuntungan) sendiri – sendiri.

Coba di evaluasi dari perjalanan perusahaan dan kualitas kerjasama selama ini dari beberapa benefit dan resiko yang pernah terjadi dan potensial akan terjadi seperti dibawah ini:

1. Sebagai Direktur

a) Apakah anda menciptakan iklim kerja yang kondusif, menyenangkan dan mebuat semangat semua orang dalam fungsi dan peranannya di organisasi perusahaan atau malah sebaliknya?

b) Apakah anda menciptakan perusahaan yang semakin sehat, efesien, inovatif, bereputasi, sukses kejar target, berkomitmen, transparan dan menguntungkan? Atau sebaliknya?

2. Sebagai Shareholder

a) Apakah rekan – rekan sepenuhnya mempercayai gerak langkah, strategi, keputusan dan segala usaha anda untuk memberikan nilai tambah bagi kemajuan perusahaan? Atau malah sebaliknya, banyak action anda yang dikeluhkan, dikritisi dan mengkhawatirkan? anda menciptakan iklim kerja yang kondusif, menyenangkan dan membuat semangat semua orang dalam fungsi dan peranannya di organisasi perusahaan atau malah sebaliknya?

b) Apakah rekan anda sama produktifnya, sama inovatifnya sama efesiennya dengan yang anda lakukan? Menjaga reputasi diri dan perusahaan? Berkomitmen penuh? Bicaranya kerja dan prestasi lebih banyak dibandingkan mana bagian saya, mana untung saya, berapa besar bagian saya?

Nah dari barometer diatas, anda bisa melihat apakah anda lebih cenderung jadi direktur atau jadi shareholder saja? Itu saja mungkin patokan siapa yang paling layak untuk menjadi pemimpin perusahaan dan yang legowo jadi tim perusahaan. Jika ini sudah disepakati lahir bathin, wajar dong kalau penanggung jawab yang beban di pundaknya jauh lebih berat, mendapatkan share profit yang lebih besar, sesuai dengan kapasitas dan resiko yang diemban.

Dan menurut saya jika anda sudah agak resah soal hal ini alangkah baiknya segera dibuat pertemuan dan dibacakan jawaban saya ini, mumpung belum terjadi perselisihan dan konflik internal. Karena itulah penyakit perusahaan pertemanan kebanyakan. Diawal semangat bersama, selanjutnya malah jadi musuh – musuhan huhuhu. Bagaimana Mas Herdian? Kalau kurang puas silahkan komentar ya heuheu. Thanks atas pertanyaannya, semoga bermanfaat.
Bisnis Dengan Teman 4.5 5 Ro-cket Pizza Indonesia Monday, February 24, 2014 tips pengelolaan bisnis dengan teman atau perusahaan pertemanan Dear Mas Doddy, Saya bertiga dengan teman membuat suatu perusahaan, dengan composition share profit yang hampir sama, dan di dalam...


No comments:

Post a Comment

Html forms powered by 123ContactForm.com | Report abuse